Lensa Ber-“LCD” Pertama Canon Dijual Rp 7,9 Juta di Indonesia

September lalu, Canon memperkenalkan produk lensa DSLR baru yang dilengkapi layar LCD kecil. Lensa yang dilengkapi dengan layar LCD monokrom ini merupakan yang pertama di lini Canon.

Lensa bernama lengkap EF 70-300 mm F4-5.6 IS USM II tersebut kini telah resmi memasuki pasaran Indonesia melalui PT Datascrip selaku distributor produk-produk Canon di Indonesia.

Manager Canon Image Communication Division PT Datascrip, Sintra Wong, menjelaskan bahwa fungsi layar LCD monokrom pada Canon EF 70-300 mm F4-5.6 IS USM II adalah untuk menampilkan berbagai informasi terkait parameter pemotretan.

“Jenis informasi yang bisa ditampilkan misalnya berapa setting aperture saat itu, jarak fokus, serta focal length,” ujar Sintra ketika berbicara dalam acara peluncuranCanon EF 70-300 mm F4-5.6 IS USM II di Gili Trawangan, Kamis (1/12/2016).

Baca: Lensa Pertama Canon dengan LCD

Sebuah tombol “Mode” di sisi samping lensa bisa ditekan oleh pengguna untuk memilih informasi apa yang akan ditampilkan di layar LCD.

Oik Yusuf/KOMPAS.com
Lensa Canon EF 70-300 mm F4-5.6 IS USM II dengan layar LCD monokrom.
Canon EF 70-300 mm F4-5.6 IS USM II dirancang untuk kamera DSLR full-frame dari Canon, namun bisa juga digunakan di kamera DSLR dengan sensor APS-C.

Di dalam lensa pertama dari Canon yang memiliki layar LCD ini terdapat motor fokus ultrasonik Nano USM dan optical image stabilizer yang diklaim bisa memberikan stabilisasi hingga 4 stop.

Datascrip memasarkan Canon EF 70-300 mm F4-5.6 IS USM II dengan harga Rp 7,9 juta. Selain itu, turut diluncurkan pula dua lensa zoom “L series” baru, yakni lensa ultra-wide EF 16-35 mm F2.8 L III USM dan lensa standar EF 24-105 mm L IS II USM.

Masing-masing dibanderol Rp 33,8 juta dan Rp 19,5 juta.

Doa Bersama 2 Desember, Telkomsel Perkuat Sinyal di Kawasan Monas

Operator telekomunikasi Telkomsel menyiapkan sejumlah antisipasi terhadap meningkatnya lalu-lintas seluler yang bisa terjadi pada pelaksanaan doa bersama pada Jumat (2/12/2016) di kawasan Monumen Nasional (Monas).

Vice President Corporate Communication Telkomsel, Adita Irawati mengatakan antisipasi yang dilakukan perusahaan antara lain berupa optimalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan. Tindakan ini dilakukan pada base transceiver station (BTS) yang berada di wilayah konsentrasi massa hingga sekitarnya.

“Untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran komunikasi pelanggan, Telkomsel melakukan optimalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan di sekitar lokasi aksi damai hingga titik-titik transit yang berpotensi jadi tempat berkumpulnya massa,” terang Adita saat dihubungi KompasTekno.

“Kami melakukan peningkatan kapasitas jaringan itu hingga 100 persen atau dua kali lipat. Fokus penambahan ini di sekitar inner area Monumen Nasional,” imbuhnya.

Meski sudah melakukan antisipasi lonjakan traffic, Adita juga mewanti-wanti pelanggan Telkomsel bahwa tetap ada kemungkinan pelambatan koneksi. Ini disebabkan ada kemungkinan jumlah massa yang berkumpul di titik tertentu lebih banyak dibandingkan perkiraan, dan adanya lonjakan traffic yang terlalu tinggi.

“Untuk itu, kami mohon maaf dan harap dimaklumi. Petugas kami akan senantiasa memantau kondisi jaringan dan traffic komunikasi,” pungkas Adita.

Resmi, Ponsel Nokia “Comeback” Awal 2017 dengan Android

Kabar yang menyebut Nokia bakal “comeback” pada awal 2017 akhirnya terkonfirmasi. HMD yang tak lain adalah pemegang lisensi kekayaan intelektual beserta merek “Nokia” telah mengiyakannya lewat keterangan pers.

“HMD akan membawa smartphone Nokia generasi terbaru. Produk pertama akan diluncurkan pada semester pertama 2017,” begitu yang tertera pada keterangan pers, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (2/12/2016) dari PRNewsWire.

Merek Nokia akan kembali ke pasar ponsel dunia dengan smartphone-smartphone Android yang dirancang dan diproduksi oleh HMD.

Meski demikian, belum tertera tanggal pasti peluncuran ponsel Android Nokia pertama ini. Disinyalir, ajang Mobile World Congress (MWC) yang digelar pada Februari mendatang di Barcelona akan dijadikan momentum yang pas.

Sebab, Nokia dan HMD sama-sama telah menyewa area pada ajang MWC. Nokia bakal berada di main hall, sementara HMD memilih area convention center.

Hal ini belum dikonfirmasi oleh HMD ataupun Nokia. Pada situs resminya, Nokia hanya menyebut bahwa pihaknya sedang sibuk mempersiapkan lini smartphone bersistem operasi Android. Tak ada tanggal yang diungkap.

Baca: Microsoft Pastikan Kehadiran 2 Ponsel Android Nokia

Diketahui, pada Mei lalu, unit bisnis ponsel Nokia dialihkan ke FIH Mobile dari Microsoft. FIH tak lain adalah anak usaha raksasa perakit smartphone, Foxconn. Dalam waktu berdekatan, Nokia juga mengumumkan telah melisensikan properti intelektual mereka berikut merek “Nokia” ke perusahaan baru, HMD Global.

HMD Global dan FIH Mobile sudah bersinergi dan membagi peran masing-masing. HMD merancang mobile gadget di bawah bendera Nokia, sementara produksinya diserahkan ke FIH. Nah, FIH dan HMD-lah yang memikul beban untuk mengembalikan kejayaan Nokia di industri ponsel.

Ada tiga smartphone Nokia yang digadang-gadang bakal meluncur pada 2017 mendatang. Dua di antaranya disebut premium, sementara satunya diproyeksikan untuk kelas menengah ke bawah. Dua nama yang bocorannya ramai beredar adalah Nokia D1C dan P1. Kita tunggu saja.

Doa Bersama 2 Desember, #SuperDamai212 Bergema di Twitter

Beberapa elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) mengadakan kegiatan shalat Jumat dan doa bersama di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Twitter
#SuperDamai212 menjadi trending topic teratas di Twitter wilayah Indonesia
Digelarnya kegiatan tersebut menimbulkan gelombang harapan di kalangan pengguna Twitter Indonesia. Lewat layanan dari perusahaan berlogo burung biru itu, para netizen menyampaikan harapannya agar kegiatan berlangsung damai lewat tagar #SuperDamai212.

Pantauan KompasTekno, pada Jumat (2/12/2016) pukul 09.30 WIB, tagar tersebut sudah menduduki urutan teratas daftar trending topic untuk wilayah Indonesia.

“#DoaBersama di Monas. Ini wujud kebersamaan, kesungguhan dan satunya tujuan. Semoga tetap damai sampau acara selesai. Aamiin. #SuperDamai212,” kicau pengguna Twitter dengan akun @ipphoright.

Follow
IPPHO SANTOSA @ipphoright
#DoaBersama di Monas. Ini wujud kebersamaan, kesungguhan dan satunya tujuan. Semoga tetap damai sampau acara selesai. Aamiin. #SuperDamai212
7:54 AM – 2 Dec 2016
230 230 Retweets 237 237 likes

“Hari ini bukan demo. Tapi doa bersama. Karena doa adalah senjata bagi orang Mukmin. Berdoa untuk negeri agar aman dan damai. #SuperDamai212,” tulis @WildaRahmiii.
Follow
Wilda Rahmi @WildaRahmiii
Hari ini bukan demo. Tapi doa bersama. Karena doa adalah senjata bagi orang Mukmin. Berdoa untuk negeri agar aman dan damai. #SuperDamai212
7:07 AM – 2 Dec 2016
460 460 Retweets 310 310 likes
Saat ini, peserta doa bersama 2 Desember sudah memadati lapangan Monas. Peserta doa bersama dari Jakarta dan daerah lainnya sudah mulai memasuki kawasan Monas sejak pukul 06.00. Kegiatan ini akan diakhiri dengan shalat Jumat berjamaah.

XL, Tri, dan Smartfren Perkuat Sinyal di Lokasi Doa Bersama

Tiga operator telekomunikasi XL, Hutchison Tri Indonesia (Tri), dan Smartfren juga memperkuat jaringannya di kawasan pelaksanaan doa bersama, Jumat (2/12/2016).

Penguatan tersebut antara lain berupa optimalisasi dan peningkatan kapasitas jaringan di kawasan seputaran Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

General Manager Corporate Communication XL, Tri Wahyuningsih mengatakan saat ini pihaknya telah mengantisipasi lonjakan traffic komunikasi dengan melakukan penambahan kapasitas jaringan dan menyiagakan tim operasional khusus.

“Kami mengantisipasi peningkatan traffic dengan penambahan kapasitas jaringan di beberapa lokasi yang terindikasikan akan menjadi pusat keramaian. Selain itu kami juga menyiagakan tim operasional untuk area tersebut,” terang wanita yang biasa disapa Ayu ini, saat dihubungi KompasTekno.

“Lokasinya antara lain di kawasan Monumen Nasional dan lokasi-lokasi yang terindikasi akan padat, seperti sepanjang jalur Sudirman, Thamrin, Medan Merdeka. Begitu juga dengan jalur lain yang kemungkinan akan dilewati,” imbuhnya.

Sementara itu, operator seluler Tri juga menyiapkan antisipasi serupa, yakni menjaga agar base transceiver station (BTS) di sekitar kawasan Monumen Nasional dan sekitarnya tetap menyala. Perusahaan juga melakukan peningkatan kapasitas jaringan.

“Kami naikkan kapasitasnya antara dua sampai tiga kali lipat. Ini sebagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya traffic di sekitar area aksi damai,” ujar DGM Corporate Communication Tri, Arum K. Prasodjo.

Sedangkan Smartfren mengaku tidak ada persiapan khusus untuk menghadapi berkumpulnya massa di kawasan Monumen Nasional dan sekitarnya. Namun perusahaan menyiapkan tim khusus untuk memantau lonjakan traffic dan bersiap menanganinya.

“Dari sisi jaringan tidak ada persiapan khusus, namun Smartfren memonitor secara intensif dan menyiapkan tim yang siap bergerak untuk memperbaiki ataupun menangani saat terjadi lonjakan traffic,” terang VP Technology Relations Smartfren, Munir Syahda Prabowo.

“Harapannya, kalau terjadi lonjakan tidak akan sampai mengganggu layanan seluler dan 4G kami,” imbuh Munir.

Moto Berhenti Bikin “Smartwatch”

Android Wear 2.0 benar-benar sepi peminat. Banyak perusahaan besar yang menyatakan tidak akan merilis perangkat berbasis OS jam tangan terbaru bikinan Google tersebut.

Kabar terbaru datang dari Moto, anak usaha Lenovo. Perusahaan asal China tersebut menjadi vendor berikutnya yang menyatakan tidak akan merilis smartwatch berbasis Android Wear 2.0, bahkan generasi setelahnya.

Dalam sebuah wawancara dengan situs The Verge, Head of Global Product Development Moto Shakil Barkat membeberkan bahwa pasar smartwatch saat ini tidak begitu populer. Oleh karena itu, Moto akhirnya memutuskan untuk tidak mengembangkan dan memasarkan Moto 360 (smartwatch bikinan Moto) terbaru di tahun 2016.

Keputusan menghentikan pengembangan jam tangan pintar pun dikatakannya masih akan berlanjut pada tahun 2017 mendatang, hingga tahun-tahun sesudahnya. Android Wear 2.0 sendiri bakal dirilis tahun depan, yang dapat diartikan Moto tidak akan merilis perangkat berbasis OS tersebut.

“Wearable tidak memiliki daya tarik yang cukup bagi kami untuk melanjutkan pengembangannya dari tahun ke tahun,” tutur Barkat, sebagaimana KompasTekno rangkum dari The Verge, Jumat (2/12/2016). Pernyataan ini yang dianggap sebagai kepastian Moto berhenti memasarkan jam tangan pintar.

Keputusan ini tampaknya menjadi pukulan berat baru bagi Google. Sebelumnya, Huawei dan LG pun sudah menyatakan tidak akan membuat smartwatch berbasis Android Wear 2.0.

Baik LG, Huawei, dan Motorola sebenarnya merupakan rekanan setia Google. Ketiganya cukup rajin merilis jam tangan pintar berbasis OS tersebut.

Untuk Moto sendiri, saat ini sudah merilis dua smartwatch, yakni Moto 360 dan Moto 360 generasi dua. Perangkat generasi kedua dijanjikan bakal mendapatkan update Android Wear 2.0 saat dirilis nanti. Sementara itu, generasi pertama tidak akan kebagian update.

Meski begitu, apabila pasar kembali berkembang, Moto menyatakan akan kembali mempertimbangkan untuk kembali ke bisnis jam tangan pintar.

Ini Keluhan Pengguna MacBook Pro Terbaru

Sejumlah pengguna MacBook Pro keluaran 2016 mengeluhkan masalah di laptopnya. Keluhan ini menjadi yang pertama semenjak MacBook Pro 2016 resmi dirilis Apple Oktober lalu.

Keluhan tersebut menyangkut masalah fatal pada kartu grafis MacBook Pro. Masalah ini membuat kinerja grafis terganggu, hingga membuat laptop tak bisa digunakan.

Salah satu pengguna MacBook Pro terbaru itu, Michael FitzGibbon mengeluh bahwa video yang diputar di laptopnya mendadak berhenti. Bukan hanya itu, komputer berukuran layar 15 inci miliknya juga membeku, tidak merespon perintah sama sekali.

“Saya sedang memperbaru aplikasi melalui App Store, lalu mendadak video di MacBook Pro saya seolah menjadi gila. Akhirnya komputer malah benar-benar membeku,” keluh Michael dalam forum MacBook.

Pengguna lain bernama Jordan Kahn melaporkan masalah berbeda. Dia menyebutkan bahwa layar MacBook Pro 2016 miliknya berperilaku aneh. Setiap kali membuka aplikasi, jendela yang muncul seolah transparan dan malah memperlihatkan latar belakang berupa wallpaper pada desktop.

Baca: Berapa Harga MacBook Pro Generasi Terbaru?

Selain itu, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Techtimes, Jumat (2/12/2016), ada juga pengguna lain yang mengklaim bahwa MacBook Pro 2016 miliknya melambat dan membeku setiap kali dipakai untuk menjalankan Adobe Lightroom.

Masalah seperti disebutkan di atas, tampaknya hanya terjadi pada MacBook Pro 2016 varian 15 inci. Sedangkan untuk varian 13 inci, hingga kini belum ada keluhan berarti yang muncul.

Ada dua hal yang diduga menjadi penyebab masalah grafis di MacBook Pro 15 inci itu. Pertama adalah cacat pada sejumlah komponen tertentu (hardware), dan kedua adalah kesalahan dari sisi driver (software).

Meski demikian, belum bisa dipastikan faktor apa yang menjadi penyebab utama MacBook Pro membeku. Apple sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah grafis di MacBook Pro itu.